Kategori umur: 5-10 Tahun
Disuatu kota metropolitan...
Jika berkata bodoh, maka jadi bodoh.
Jika berkata monyet, maka jadi monyet.
Disuatu kota metropolitan...
Tinggallah seorang anak bernama Alif.
Suatu hari, Alif benar benar merasa kesepian sekali. Karena Alif belum cukup umur untuk sekolah, jadi Alif tidak memiliki banyak teman bermain. Anak seumurannya biasanya hanya bermain di taman bermain saat pagi hari saja.
"Sore yang sepiii sekali..."ujar Alif.
Kemudian, Alif memutuskan untuk bermain dengan teman yang lebih dewasa.
"Lihat, mereka sedang ramai di lapangan!" Ujar Alif Bahagia.
Saat Alif mendatangi tempat itu, ia mendengar berbagai kata kasar yang diucapkan anak-anak itu. Ada yang bermain bola lalu mengejek temannya.
Ada yang bermain kartu lalu memukul temannya.
Ada yang bermain kartu lalu memukul temannya.
Alif berpikir, mungkin itulah cara bergaul anak-anak yang gaul.
Ia pun mulai mencontoh perilaku tersebut.
Saat bermain kartu dengan teman Alif di pagi hari, Alif mendapati Dino bermain tidak benar. Dino salah langkah. Lantas saja Alif berkata..
"Kamu bodoh ya... bukan begitu cara bermainnya!"
"Kamu bodoh ya... bukan begitu cara bermainnya!"
Dino merasa tersinggung, lalu ia mengeluarkan sebuah buku. Dino berkata "Aku tidak bodoh, aku sudah bisa membaca dan menulis. Ini buktinya, buku ini sudah ku baca dan ku jawab pertanyaannya!"
Alif pun kaget, anak yang sudah bisa membaca dan menulis kan tidak bodoh.
Ibu yang mendengar perkelahian itu datang menghampiri.
"Alif, kita tidak boleh berkata yang buruk. Seandainya perkataan adalah doa, dan doa yang buruk menjadi kenyataan, tentu bukan hal yang menyenangkan, kan? Memang nya Alif mau berteman dengan orang bodoh, kan lebih enak punya teman pintar..."
Alif pulang dan merenungkan kata-kata Ibu.
Suatu hari Alif sedang berjalan, tiba-tiba ia bersenggolan dengan seorang anak.
Lalu Alif memaki, "dasar monyet!"
Dan tiba-tiba si anak berubah menjadi monyet, ia lalu mencakar-cakar Alif. Alif lari ketakutan.
![]() |
| source |
Lalu, ibu dari anak tadi datang menghampiri si anak yang berubah jadi monyet, sang ibu menangis sedih. Ia sedih sekali anaknya yang ia sayangi menjadi monyet.
Alif merasa bersalah, mungkin tidak seharusnya ia berkata kasar.
Saat Alif berbalik dan ingin meminta maaf, Alif tersandung batu dan....
"Aaaaaaw!!!"
Alif terbangun, ternyata itu cuma mimpi!
Tetapi, mimpi itu sangat berkesan. Alif juga merasa mengerikan jika kata-kata kasar bisa menjadi kenyataan.
Jika berkata bodoh, maka jadi bodoh.
Jika berkata monyet, maka jadi monyet.
Alif tersenyum, ia paham sekarang.
Tidak ada baiknya berkata kasar, selain menyakitkan hati orang lain, juga membuat orang sedih.
Mulai sekarang, jika sedang kesal Alif akan tetap berkata hal yang baik.
Jika Dino salah lagi saat main kartu, maka Alif akan menegurnya dengan..
"Dino, bukan begitu cara bermainnya, tapi begini..."
Jika ia disenggol saat berjalan, Alif akan berkata..
"Maaf, berhati-hati yuk saat berjalan "
"Maaf, berhati-hati yuk saat berjalan "

